Categories
Review Game

7 Games Off-line Terbaik yang Dapat Kamu Permainkan di iPhone dan iPad!

911exposed – Rasa jemu keliatannya pernah menerpa siapa saja dari muka bumi ini. Apa lagi sekarang ini wabah COVID-19 masih berjalan hingga kamu akan jadi lebih jemu kembali karena harus karantina diri. Ringkas, beragam langkah dilaksanakan setiap orang untuk membunuh rasa jemunya.

Bahkan juga tanpa pandemi virus corona juga, rasa jemu tentu selalu menghantui kita di kehidupan setiap hari. Sebagai contoh, kamu sedang janjian dengan seorang pada sebuah tempat tetapi ia tidak juga tiba.

Atau saat sedang diperjalanan pulang memakai angkutan umum, tetapi terserang macet hingga waktu untuk sampai ke agen slot online terpercaya rumah jadi benar-benar lama. Tentunya kamu berasa jemu kan?

Salah satunya langkah untuk memberantas kebosanan itu dengan bermain games. Dengan bermain games, kamu jadi terikut situasi serunya hingga penantian kamu untuk sampai ke rumah atau menanti kehadiran rekan tidak berasa. Jika sedang pada keadaan semacam ini, games yang pas kamu permainkan ialah games off-line karena tidak memerlukan akses internet.

Karena itu, baca beberapa referensi games off-line terbaik yang dapat kamu permainkan di iPhone atau iPad. Bye-bye rasa jemu!

1. Oxenfree

Silahkan kita flashback kembali lagi ke zaman 80-an dengan cerita supranatural yang menakutkan ini. Games Oxenfree menceritakan mengenai satu kelompok orang yang tidak menyengaja buka sela berhantu dan usaha hadapi resiko yang barusan mereka kerjakan, begitu dikutip dari Digital Trends.

Tapi pokok dari Oxenfree bukan bercerita apa yang bisa terjadi kepadamu, tetapi apa yang kamu tentukan untuk kerjakan. Bagaimana kamu dan teman-temanmu hadapi kejadian berhantu seutuhnya terserah kamu dan ada beberapa mistis untuk diperpecahkan. Games ini gratis buat dimainkan pada bagian awalannya, tetapi kamu harus bayar Rp79 ribu jika ingin bermain selanjutnya.

2. Grand Theft Auto: San Andreas

7 Games Off-line Terbaik yang Dapat Kamu Permainkan di iPhone dan iPad! - 911exposed

Siapa coba yang tidak mengenali Grand Theft Auto: San Andreas (GTA San Andreas)? Ini sebagai salah satunya games terbaik yang sempat datang di PC atau PlayStation. Untungnya, GTA San Andreas datang di produk Apple hingga kamu dapat memainkan di ponsel.

Dalam GTA San Andreas, kamu akan bermain sebagai Carl Johnson (CJ). CJ adalah watak sangat menarik dalam riwayat GTA yang barusan pulang dari Liberty City ke daerah San Andreas.

Bersama CJ, kamu akan lakukan hal paling edan sekalinya dalam games itu. Untuk memainkan, persiapkan dahulu uang sejumlah Rp110 ribu. Tetapi siapakah yang berkeberatan dengan nominal itu, toh GTA benar-benar worth it!

3. Monument Valley 2

Monument Valley 2 - 911exposed

Sesudah games pertama kalinya sukses, Monument Valley 2 kembali datang dengan mendatangkan banyak hal. Peta puzzle yang berubah dan banyak teknisi sudah kembali, tapi ini kali kamu bermain sebagai Ro, seorang ibu yang perlu menuntun anaknya yang kecil lewat tiap tempat.

10 GAME INDONESIA TERBAIK YANG WAJIB DIMAINKAN DI 2021

[REVIEW] Deathloop – Lakukan Tindakan Beringas yang Menyenangkan

Dengan narasi yang lebih terang ini kali, situasi pengalaman isometrik dihidangkan lebih efisien. Bermain dengan proses dan mendapati lajur terselinap untuk capai pintu keluar setiap tingkat ialah kesenangan yang stabil.

4. Florence

Game Mobile Terbaik 2018, Florence akan Dirilis untuk PC dan Switch -  911exposed

Games ini bercerita sebuah narasi interaktif mengenai jatuh bangunnya jalinan seorang wanita muda. Dengan penuh hati, Florence membuat kamu rasakan hati jatuh hati untuk pertamanya kali. Gameplay-nya benar-benar sederhana karena mayoritas berisi bagaimana kamu menuntaskan teka-teki yang belum prima.

Tapi segala hal yang kamu kerjakan dan sentuh bermakna tersambung dengan narasi yang dikisahkan. Luar biasanya, Florence lakukan semuanya tanpa kalimat. Cuman soundtrack saja yang temani kamu sejauh games. Florence dapat diperoleh pada harga sekitaran Rp48 ribu.

5. Stardew Valley

Best Stardew Valley Mods - 911exposed

Sebelumnya Stardew Valley memang dikeluarkan di PC, tetapi kamu saat ini dapat memainkan di iOS. Jika kamu pernah bermain Harvest Moon, kamu tidak asing dengan games yang ini. Selainnya menjaga tanaman dan memancing, kamu akan membuat jalinan dengan tetangga di Pelican Town.

Di Stardew Valley kamu dapat bersahabat dan menikah. Games ini sederhana, tetapi beberapa orang yang tidak sadar jika dianya telah mainkan Stardew Valley sepanjang beberapa ratus jam. Berminat untuk membeli? Harga sekitaran Rp128 ribu.

6. Inside

INSIDE - 911exposed

Inside benar-benar serupa dengan games Limbo. Kamu bisa menjadi seorang anak muda di wilayah misteri dan pola warna monokromatik akan temani kamu sejauh permainan. Sejauh penjelajahan, kamu akan menuntun anak lelaki ini melalui rimba dan pabrik aneh yang dipenuhi oleh semua jenis fenomena.

Tiap tempat mempunyai teka-teki yang perlu diperpecahkan saat sebelum kamu dapat meluncur. Gameplay-nya bagus, bahkan juga Inside bisa dimainkan dengan gratis pada awal permainan.

7. Old Man’s Journey

Old Man's Journey: Petualangan yang Menenangkan Mata - 911exposed

Old Man’s Journey menceritakan seorang lelaki tua yang meneruskan penelusuran untuk mempertimbangkan kehidupan yang sudah dilaluinya. Ini perjalanannya, tapi kamu bisa menolongnya dengan bersihkan jalan yang dilewatinya. Kamu mengalihkan penghambat, mengganti kontur bukit, dan membuat untuk bicara dengan beberapa orang di sejauh jalan.

Itu beberapa games iOS terbaik yang dapat kamu permainkan secara off-line di iPhone atau iPad. Kamu telah mempunyai games yang mana di ponsel kamu?

Baca Juga : Anime The Prince of Tennis II akan Diadaptasi Jadi Games Nintendo Switch

 

Categories
Action Game PC Launching Tahun 2021 Games Review Game

Anime The Prince of Tennis II akan Diadaptasi Jadi Games Nintendo Switch

Pada Moment Anniversary 20 tahun anime The Prince of Tennis pada hari minggu 10 Oktober 2021, sudah dipublikasikan jika Bushiroad menghasilkan games Nintendo Switch untuk jalan cerita The The Prince of Tennis II atau dalam judul bahasa Jepangnya Shin Tennis no ji-sama.

Sayang informasi pada moment Anniversary The Prince of Tennis itu tidak memberi detil selanjutnya mengenai games The Prince of Tennis II ini. Tapi informasinya minta kalian untuk menunggu info selanjutnya yang hendak dipublikasikan kembali di lain waktu.

10 GAME INDONESIA TERBAIK YANG WAJIB DIMAINKAN DI 2021

[REVIEW] Deathloop – Lakukan Tindakan Beringas yang Menyenangkan

7 Penjaga gawang dengan Peringkat Paling tinggi di FIFA 22, Ederson sampai Jan Oblak

Sebagai info, Bushiroad sudah meningkatkan games handphone The Prince of Tennis II: RisingBeat atau dalam judul Jepangnya Shin Tennis no ji-sama Rising Beat. Sebuah perusahaan yang namanya Ambition Co., Ltd. mengeluarkan games The Prince of Tennis II: RisingBeat itu dengan bahasa Inggris di bulan Juni 2021 kemarin.

Moment Anniversary 20 tahun anime The Prince of Tennis hari Pekan lalu umumkan seri anime tv baru untuk franchise ini. Dengan judul Shin Tennis no ji-sama U-17 World Cup atau mungkin dengan judul internasionalnya The Prince of Tennis II: U-17 World Cup, anime ini akan diperkirakan launching untuk tahun depannya.

Sebuah video promo untuk rayakan ulang tahun ke-20 franchise anime itu mulai dipertunjukkan.

Tunggu info sekitar games dan anime yang lain dan janganlah lupa untuk turuti Facebook dan Instagram Dunia Game untuk up-date informasi yang tidak kalah menarik.

Kamu bisa juga membeli voucer untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak games yang lain pada harga menarik cuman di Top-up Dunia Game!

Categories
Game PC Launching Tahun 2021 Games Genre Review Game

10 GAME INDONESIA TERBAIK YANG WAJIB DIMAINKAN DI 2021

Industri video games Indonesia memang memperlihatkan perubahan yang cepat sekian tahun ke belakang. Dengan makin banyak lahirnya pengembang-pengembang lokal dengan bermacam kekuatan dan bakatnya, makin banyak pula beberapa game lokal dengan bermacam topik dan keunikannya semasing.

Bukan hanya banyaknya saja yang semakin bertambah tetapi beberapa pengembang ini terus tingkatkan kualitas dari beberapa game yang mereka bikin hingga sanggup mengundang perhatian pasar global.

Dan bersamaan dengan bulan kemerdekaan ini, kami sudah meringkas 10 games bikinan Indonesia terbaik pada tahun 2021 ini yang dapat Anda menjadikan opsi buat dimainkan.

Dreadout Seri

Siapakah yang tidak mengenali games seram yang ini, games bikinan pengembang asal Bandung Digital Happiness ini sudah mencatatkan banyak perolehan dan mendapatkan pernyataan dari banyak gamer pencinta seram dari penjuru dunia.

Games ini sudah mempunyai sekuel dan spin-off. Cerita khusus dari Dreadout ini ikuti penjelajahan dari Linda yang dituruti oleh peristiwa-kejadian mistik di lingkungan sekelilingnya.

Escape From Naraka

Seterusnya ada games yang baru di-launching tahun ini, yakni Escape from Naraka. Games bikinan pengembang asal Yogyakarta, Xelo Game ini sempat menarik perhatian banyak gamer karena jadi salah satugame lokal yang memasangkan feature ray-tracing dalam game-nya.

Untuk gameplay, sama sesuai namanya pemain harus lari dari neraka melalui proses action-platformer yang cukup melawan. Bagusnya Xelo Game masukkan banyak elemen budaya Bali ke games ini.

Ultra Ruang Battle Brawl

Siapa ngomong pengembang games lokal tidak dapat membuat games yang bersaing tetapi masih tetap membahagiakan. Faktanya pengembang asal Surabaya, Mojiken Studio sukses menyatukan beberapa hal ke Ultra Ruang Battle Brawl ini.

Dimulai dari design watak, gempuran, sampai ke latar belakang music dimainkan benar-benar memiliki nuansa lokal. Games ini tentu saja pas untuk beberapa pencinta games bersaing.

Babol the Walking Box

Selainnya Escape From Naraka, ada games Indonesia yang lain barusan di-launching tahun ini. Babol the Walking Box dibikin oleh pengembang asal Jakarta yakni Gamecom Tim.

Games ini akan pas untuk mereka yang ingin rasakan kenangan dari beberapa game action platformer ala-ala Jatuh Bandicoot. Beberapa pemain akan hadapi dengan beragam tingkat yang menuntut kecakapan dan kemahiran untuk menaklukkan lawan tetapi janganlah sampai mati terserang ledakan bom.

Lokapala: Saga of the Six Realms

Bicara masalah games mobile tentu saja kita harus berbicara jenis Multiplayer Online Battle Tempat alias MOBA dan salah satunya pengembang lokal asal Jakarta yakni Anantarupa Studios.

Games ini sempat memang ramai pada awal keberadaannya karena mereka mengusung topik lokal yang kuat mulai riwayat, budaya, sampai mitologi Indonesia. Lokapala terus memperoleh up-date dan peningkatan agar terus berkompetisi dengan games MOBA yang lain.

Ghost Parade

Games bertopik hantu tidak selalu harus mengerikan, kemungkinan itu yang mencoba dicapai oleh Lentera Studio asal Bandung ini.

Berseberangan dengan Dreadout yang jadikan hantu-hantu lokal sebagai lawan yang mengerikan, beberapa hantu di Ghost Parade tampil imut yang lucu serta akan menolong watak khusus dalam penjelajahannya selamatkan rimba. Gameplay-nya memakai teknisi platformer side-scrolling yang cukup sederhana tetapi melawan.

Tahu Bundar 1-2

Video games memang menjadi satu diantara tempat untuk masukkan kultur atau bahkan juga sekedar trend yang terjadi di lingkungan warga. Seperti trend penjual tahu bundar yang meledak sekian tahun lalu yang selanjutnya dipilih menjadi sebuah games tycoon/simulator yang membahagiakan oleh Own Game.

Karena sangat larisnya games ini, dia mempunyai sekuel yang meluaskan faktor bermainnya dengan bermacam feature dan content tambahan tetapi tetap terpusat pada usaha jualan tahu bundar.

[REVIEW] Deathloop – Lakukan Tindakan Beringas yang Menyenangkan

7 Penjaga gawang dengan Peringkat Paling tinggi di FIFA 22, Ederson sampai Jan Oblak

[REVIEW] Eastward – RPG Ringan Bikin Hilang Stress

Pamali: Indonesian Folklore Horror

pamali

Kelihatannya games seram memang menjadi salah satunya topik unggulan sekalian yang tersukses dilakukan oleh beberapa pengembang games di Indonesia. Luar biasanya mereka sanggup memberi pengalaman yang berbeda.

Seperti games Pamali punya StoryTale Studios yang sama sesuai namanya fokus pada larangan atau larangan yang berada di kehidupan warga Indonesia. Bagusnya games ini mempunyai 35 ending yang membuat games ini dapat dimainkan berkali-kali untuk memperoleh semua ending-nya.

Kode Atma

Untuk beberapa pencinta games Idle RPG sekalian visual novel, Agate Game dari Bandung mempunyai games yang pas untuk Anda, yakni Kode Atma. Games ini tak lupa masukkan supranatural lokal melalui watak-karakter yang berada di dalamnya.

Tetapi tak perlu cemas karena game-nya sendiri bukan games seram, tetapi lebih cenderung ke RPG turn-based. Beberapa pemain nanti akan hadapi cerita dengan beberapa pilihan seperti visual novelyang membuat games ini masih tetap hebat untuk selalu dimainkan.

Rising Hell

Jika Anda ikuti ajang Baparekraf Games Prime 2021 di awal Agustus lalu pasti ketahui kehadiran games yang ini. Games yang diperkembangkan oleh pengembang asal Kediri, Tahoe Game Studio.

Games ini bercerita figur Arok yang di inspirasi dari Ken Arok, dalam penjelajahannya lari dari neraka. Melalui permainan berpenampilan vertical platformer rogue-lite, beberapa pemain akan disajikan dengan bermacam tindakan cepat yang memerlukan keakuratan agar bisa sukses ke arah tingkat paling atas neraka.

Categories
Review Game

[REVIEW] Deathloop – Lakukan Tindakan Beringas yang Menyenangkan

911exposed – Pada 14 September 2021, gamer PC kembali dibahagiakan dengan kedatangan Deathloop, sebuah games first-person shooter (FPS) garapan Arkane Studios. Oh, ya, developer yang meningkatkan games ini ialah perusahaan yang membuat seri permainan video dengan judul Dishonored . Maka, jika sudah pakem dengan mode games jenis itu, peluang Deathloop tidak akan terlampau asing untuk kamu.

Minta detail yang lumayan tinggi dari PC, games instruksi Dinga Bakaba ini menjadi satu diantara games yang paling diperhitungkan oleh gamer PC, bahkan juga pemakai konsol PS5. Sekedar info, untuk jalankan Deathloop secara lancar, kamu harus mempunyai PC berspesifikasi RAM 16 GB, Intel Core i7, GPU sama dengan Nvidia RTX 2060, dan DirectX versus 12. Adapun, kemampuan file-nya masih lumayan kecil, yaitu sekitaran 30 GB.

Di Steam, Deathloop dipasarkan Rp799 ribu. Apa games yang di-launching sah oleh Bethesda Softworks ini sanggup penuhi harapan beberapa gamer? Ingin tahu dengan ulasan Deathloop? Yok, dibaca!

1. Narasi yang rekat dengan komponen sci-fi

[REVIEW] Deathloop - Lakukan Tindakan Beringas yang Menyenangkan

Arkane Studios dan Bethesda Softworks pernah memberitahu jika Deathloop akan bergesekan kuat dengan cerita fiksi ilmiah. Betul saja, ketika penulis memainkan, komponen-komponen sci-fi memang demikian rekat dalam games ini. Antiknya, elemen fiksi ilmiah yang didatangkan dalam Deathloop tidak sama yang ada di Mass efek, Half-Life, atau Cyberpunk.

Kamu akan memainkan protagonis khusus namanya Colt Vahn, seorang kepala keamanan dari Program AEON yang menyelidik lingkaran waktu di Pulau Blackreef. Nanti dulu, lingkaran waktu? Tujuannya apa? Ini, dalam daerah yang namanya Blackreef, saat yang ada tidak normal seperti umumnya. Bukanlah maju ikuti jalur jam, waktu malah bergerak kacau-balau dan selalu berulang-ulang sesudah sehari tercukupi.

Awalannya, penulis juga cukup pusing dengan ide aneh jenis ini. Tidak sangka jika Arkane Studios betul-betul memberi dampak loop atau lingkaran secara riil dalam games ini. Tetapi, sesudah terus memainkan secara intensif dari hari ke hari, penulis baru memahami jika plot narasi ini bukan style fiksi asal-asalan. Kebalikannya, developer sanggup meramu sebuah gagasan edan yang dibalut dengan tindakan menyenangkan.

Satu kembali, selainnya menyelidik kasus aneh ini, Colt harus juga hentikan kerusuhan waktu ini secara keseluruhan. Untung saja Colt masih ingat mengenai kekuatannya dari banyak loop awalnya. Perihal ini pula yang membuat jawara kita ini terlihat sakti dan seakan tahu masa datang. Jika tidak ini, ya, akan selesai hidup kita di pulau aneh itu. Kembali juga, untuk apa, sich, kita harus berusaha susah payah hentikan kegilaan ini?

Well, semua pertanyaan yang berada di benakmu akan terjawab bila kamu menamatkan games ini. Kamu akan berjumpa dengan watak-karakter yang lain punyai ketrampilan sama denganmu, yaitu ingat kekuatan dari loop awalnya. Pada dasarnya, plot jenis ini akan disayangi oleh kamu yang fanatik dengan cerita-kisah modern dan tidak untuk kamu yang membencinya.

2. Gameplay tidak kalah modern

[REVIEW] Deathloop - Lakukan Tindakan Beringas yang Menyenangkan - 911exposed

Di tengah-tengah dunia dan ingar bingar yang aneh dan asing, kamu akan jalankan watakmu dengan style yang asing pula—bukan memiliki arti jelek. Untuk penulis, mekanisme gameplay yang didatangkan oleh Arkane Studios malah berasa kekinian, baru, dan modern. Beberapa musuh yang kita temui berkesan aneh. Seringkali, Colt harus bertemu dengan robot manusia, beberapa orang bertopeng hewan, dan antagonis lain dengan baju ceria yang tidak matching sama sekalipun.

Jika gampang mual dengan mekanisme FPS berbasiskan sci-fi, kamu kemungkinan perlu penyesuaian intensif untuk dapat mainkan Deathloop. Bukanlah apapun, games ini terlampau menuntut kita untuk bermain dengan cepat, inovatif, dan dapat memakai dua tangan sama bagusnya. Apabila sudah dipusingkan dengan tehnis kontrol yang demikian kompleks, kamu harus ditempatkan pada mekanisme loop yang hendak membuat kamu mengulang-ulang waktu.

Developer Game Indonesia Seru Yang Gratis

Genre Game Indonesia Horror Yang Mencekam

Loop dapat terjadi bila watak yang kita permainkan meninggal sekitar 3x. Disamping itu, putaran yang sama dengan dapat kita rasakan pada saat kita sukses menuntaskan sebuah visi dalam satu hari penuh—dalam games. Nach, antiknya, watak yang kita permainkan pasti akan hadapi banyak lawan di empat lokasi berbeda—masih dalam Blackreef. Ke-4 lokasi ini sebagai wakil pembagian saat yang berlainan juga, yaitu pagi, siang, sore, dan malam.

Tidak perlu cemas ketidaktahuan. Developer cukup brilian menyusun sebuah mekanisme permainan yang hendak mempermudah kita untuk ke arah misi-misi tertentu. Karena ada beberapa gabungan loop dan lokasi yang punyai waktu berlainan, pemain akan rasakan sebuah games tindakan yang linear seperti banyak games FPS yang lain. Ada pula mekanisme infuse, yaitu sebuah proses yang membuat kita masih mempunyai senjata dan poin tertentu di saat kita alami perulangan waktu.

3. Penampilan visual fenomenal yang sarat dengan glitch

Deathloop - 911exposed

Grafis yang diperlihatkan terang bukan grafis yang kaleng-kaleng. Games ini sanggup bicara banyak pada saat harus disuruh pertanggungjawaban masalah penampilan visual. Bahkan juga, untuk versus PS5 akan disiapkan opsi ke dua pilihan berlainan, yaitu frame rate konstan dan ray tracing.

Bila kita pilih yang pertama, grafis akan berjalan lancar pada 60 fps sampai akhir. Sementara, pilihan ke-2 dapat diputuskan untuk kamu yang memprioritaskan grafis ultra dengan pengurangan frame rate jadi 30 fps. PC dengan detail yang lumayan tinggi dapat menyikat games ini secara baik dan tanpa kendala.

Sayang, ada banyak glitch atau bug yang cukup mengusik. Untuk versus PC, kemungkinan kita akan alami masalah penampilan tiba-tiba stop di scene tertentu. Tidak dikenali apa hal yang sama dengan terjadi di versus PS5 . Maka, keinginan penulis, mudah-mudahan secepat-cepatnya ada pembaruan dari developer ingat games ini menjadi satu diantara games sci-fi yang paling dinanti-nantikan peluncurannya.

4. Kualitas audio yang dapat menyeimbangi atmosfer permainan

Deathloop reviews: 'Ingenious' shooter is a contender for game of the year  - BBC News

Bila kamu mempunyai earphone yang lumayan bagus, pakailah karenanya dapat menolong keluarkan kualitas audio dalam atmosfer Deathloop. Dalam telinga penulis, suara dan audio yang diperlihatkan oleh pengembang cukup mempresentasikan atmosfer yang kental dengan cerita sci-fi, terlebih bila harus bersinggungan dengan komponen-komponen loop waktu.

Walau begitu, tidak berarti audionya spesial. Ada bagian-bagian yang berisi suara aneh dan tidak terang. Hal tersebut malah membuat pemain tidak nyaman. Belum juga ada beberapa suara gurih yang sering kedengar overloud. Itu penyebabnya, dengan earphone berkualitas, formasi suara akan kedengar lebih bagus.

Oh, ya, feature 3D Audio juga dipasangkan dalam games ini. Kita dapat ketahui status watak lain cukup dengan dengarkan keributan dari lokasi yang lumayan jauh. Pengisi suara juga jalankan pekerjaannya secara baik walau ada banyak pembicaraan di antara Colt dan Julianna yang garing dan tidak terang hanya karena berisi ejekan-ejekan recehan.

5. Datang dengan ide futuristis yang memikat

Deathloop hands-on: a mystery wrapped in a shooter - The Verge

Harus dianggap jika Deathloop sanggup datang dengan plot narasi yang sarat dengan episode tindakan unik. Bukti jika beberapa komponen futuristis dibawa dalam games ini sudah membuat penjelajahan Colt seperti koboi di tengah-tengah semesta fiksi ilmiah. Belum juga bila kita melihat dari mekanisme gameplay yang memiliki bobot, games action-adventure ini dipandang sukses dalam tampilkan kreasi besar yang tidak sekedar cantik di mata.

Tetapi, beberapa masalah remeh yang mengusik seharusnya tidak boleh dilewati demikian saja. Saat asyik ikuti episode tertentu, mendadak games jadi hang dan stop tiba-tiba. Ini bukanlah masalah PC ingat detail yang ada telah lebih dari cukup buat mainkan Deathloop. Ini kemungkinan cuma bug kecil yang mengakibatkan games alami jatuh di tengah-tengah jalan.

So, bagaimana score pada akhirnya? Ini kali penulis memberi score 4/5 untuk games garapan Arkane Studios ini. Semoga sedikit ada pembaruan atau up-date dari developer secepat-cepatnya. Janganlah sampai beberapa hal sepele jenis bug atau glitch justru membuat gamer PC malas memainkan.

Baca Juga : 7 Penjaga gawang dengan Peringkat Paling tinggi di FIFA 22, Ederson sampai Jan Oblak

 

Categories
Review Game

[REVIEW] Eastward – RPG Ringan Bikin Hilang Stress

911exposed – Membuat suatu games berbasiskan role-playing games atau RPG memang berkesan susah dan perlu pengorbanan yang cukup banyak. Kita dapat menyaksikan banyak sekali RPG kece slot online bernama keren, seperti Dragon Age, The Elder Scrolls, The Witcher, Final Fantasy, The Legend of Zelda, dan lain-lain. Semua sudah bisa dibuktikan dan dianggap oleh gamer di penjuru dunia.

Lalu, bagaimana bila pengembang indie ingin membuat dan turut memeriahkan pasar games yang telah sesak penuh dengan developer kelas tinggi? Well, jawabnya cuman ada dua, yaitu tidak berhasil atau sukses. Kenyataannya, ada demikian banyak beberapa perusahaan indie yang sudah dipandang tidak berhasil keseluruhan karena ngotot mengeluarkan games berbasiskan RPG. Ini menunjukkan jika pencinta jenis ini terhitung orang yang krisis dan dewasa saat menentukan tipe games.

Nach, ini kali kita akan membahas sebuah RPG unik punya Pixpil dengan judul Eastward. Games enteng ini di-launching oleh Chucklefish pada 16 September 2021 kemarin. Penulis juga sempat coba memainkan sepanjang beberapa saat. Ingin tahu dengan hasilnya? Yok, baca ulasan Eastward di bawah ini.

1. Penjelajahan membahagiakan dari penambang konservatif

[REVIEW] Eastward - RPG Ringan Bikin Hilang Stress

Dapat disebutkan jika plot atau narasi khusus yang didatangkan dalam Eastward tidak berat dan ruwet jenis politik pada RPG yang lain. Kebalikannya, Pixpil sebagai developer sukses meningkatkan games dengan narasi yang enteng dan membahagiakan tanpa hilangkan berat dari RPG tersebut. Di sini, watak lelaki namanya John dan wanita namanya Sam akan bertualang ke dunia luar yang awalnya tak pernah mereka kerjakan.

Diceritakan jika John dan Sam sebagai penambang yang sejauh ini tinggal di Pulau Potcrock. Setiap hari, mereka bekerja sebagai penambang logam yang bernilai mahal. Nach, oleh warga asli Potcrock, mereka dikasih tahu jika ada beberapa bahaya dan fenomena yang terjadi di dunia luar. Tetapi, beberapa cerita jenis itu tidak merintangi ke-2 nya untuk keluar Potcrock, apa lagi Sam bukan orang asli sana.

Sebelumnya, plot terlihat lamban dan kemungkinan membuat kamu jemu. Tetapi, bersamaan dengan berjalannya waktu, kamu akan semakin pahami narasi yang dikatakan dalam games ini. Oh, ya, kita akan tergantung pada pembicaraan secara tekstual. Maknanya, alur cerita dapat dirangkai dengan komplet lewat teks-teks pembicaraan yang sudah dilakukan di antara watak dengan beberapa NPC.

Apa yang akan didapat di dunia luar? Kamu dapat mendapati jawaban jelas di saat memainkan. Walau enteng, alur cerita dapat didatangkan dengan style yang memiliki bobot dan serius. Ini menjadi hal yang bagus sekali ingat pada jenis RPG, sebuah narasi yang memiliki bobot harus jadi komponen dasarnya.

2. Proses lebih pakem bila dimainkan pada piranti handheld

Eastward&quot - 911exposed

Harus dianggap jika gameplay yang dijajakan dalam Eastward cukup unik dan simpel. Tujuannya, mainkan games ini memakai PC atau netbook malah berasa kurang intensif seperti mainkan RPG dengan penampilan 3D secara penuh. Berita baiknya, permainan penjelajahan ini di-launching untuk basis Nintendo Switch yang terang memberikan dukungan mekanisme handheld secara penuh.

Bertualang dari 1 zone ke zone yang lain akan bawa kita pada penjelajahan yang baru. Sama seperti yang telah disentil di atas, text atau dokumen jadi komponen penting dalam games ini. Kita dituntut cermat dan cermat karena jawaban-jawaban penting cuman ada pada pembicaraan yang dapat dibaca berbentuk text. Ide ini cukup ketinggal jaman karena Eastward bertopik RPG kuno seperti zaman Nintendo atau Sega.

Untuk dungeon-nya sendiri, penulis tidak mendapati beberapa hal baru yang menjadi kelebihan dibanding games lain. Beragam jenis tipe lawan, halangan, puzzle, dan beberapa tempat rahasia masih jadi cerita pakem yang diperkembangkan oleh developer. Walau berkesan terlampau mainstream, proses jenis ini dipakai untuk banyak pengembang indie agar tidak begitu jauh keluar kerangka.

3. Visual tampil dengan style nyleneh

[REVIEW] Eastward - RPG Ringan Bikin Hilang Stress - 911exposed

Bila sekilas disaksikan, style grafis yang ada di Eastward akan terlihat biasa dan ketinggal jaman. Tetapi, harus dipahami jika mainkan games ini secara akan langsung bawa sebuah ringkasan jika penampilan visual yang kita saksikan akan terlihat nyleneh. Walau berbasiskan pada penampilan 2D, penulis memandang jika Eastward tidak bawa grafis yang murahan.

Kebalikannya, style visual jenis ini malah akan mempresentasikan plot dan gameplay-nya secara bertepatan. Kamu tetap memperoleh kesan penjelajahan yang hebat dan menyenangkan walau terkadang perlu khayalan lebih dalam otakmu. Beberapa warna yang didatangkan juga cukup bermacam dan dapat dicicipi secara baik.

Tetapi, lepas dari itu semua, style semacam ini kemungkinan usai pada suatu kesan-kesan yang relatif. Bila dari sejak awalnya kamu telah memperbandingkan Eastward dengan games bergrafis full 3D, pasti games ini tidak masuk ke harapan. Untuk penulis individu, developer telah pas membuat style visual jenis ini untuk games sekelas Eastward.

4. Walau tanpa pengisi suara, kualitas audio malah jadi sisi terbaik

Gambar dari Eastward 18/19

Audio jadi sisi yang paling penulis gemari dalam games ini. Datang tanpa pengisi suara, Eastward malah sanggup tampil dengan kualitas audio hebat. Dimulai dari mekanisme musikal yang kece sampai beberapa suara simpatisan yang lain yang bernas dan jernih, semua tampil solid dalam telinga penulis. Bahkan juga, bisa disebutkan jika mekanisme audio yang dipasangkan dalam Eastward tidak memvisualisasikan kualitas indie.

Selainnya musiknya, sisi terenak di dengar memakai earphone ialah saat John menantang musuh-musuhnya dengan wajan. Ada suara simpatisan, jenis lampu yang korsleting, suara lawan yang misteri, dan suara pembangkit situasi yang didengar cocok dalam telinga. Sepanjang memainkan, hampir tidak ada suara overloud kedengar dan ini pantas memperoleh animo lebih.

Baca Juga : Ini Yang Dinanti-nantikan Game PC Terbaik Dan Akan Launching Tahun 2021 !

Semakin prima bila kamu mainkan games ini di Nintendo Switch dengan earphone berkualitas. Gabungan handheld dengan audio prima jadi fasilitas pas untuk lupa waktu. So, Pixpil telah menunjukkan jika developer indie dapat hasilkan kreasi dengan kualitas audio hebat yang tidak kaleng-kaleng.

5. Datang dengan kualitas oke

Eastward will have a physical release and a great collector's edition |  LevelUp - Ruetir

Di mata penulis, Eastward telah tampil mengagumkan dan ini menunjukkan jika developer indie dapat hasilkan kreasi bagus di tengah-tengah garangnya kompetisi pasar. Plot narasi enteng, melipur, dan membahagiakan dapat dilakukan jadi sebuah serangkaian cerita dengan berat RPG kelas tinggi. Membaca semua text pembicaraan juga tidak berasa menjemukan dalam games ini.

Didukung dengan penampilan visual nyleneh dan audio berkualitas membuat Eastward semakin pantas untuk dikoleksi untuk pecinta RPG. Masalah gameplay tidak kalah menyenangkan. Bila penulis dapat mainkan games ini dengan demikian sederhana, tidak dapat dipikirkan bagaimana asyiknya mainkan Eastward di basis Nintendo Switch. Oh, ya, ukuran games ini terhitung ramah, yaitu cuman sekitaran 2,5 GB.

Maka bagaimana ringkasan pada akhirnya? Untuk penulis, score 4,5/5 ialah nilai yang pantas dikasih ke Eastward. Sekedar info, Steam jual games ini pada harga Rp169.999, lumayan murah bila dibanding dengan kwalitasnya yang baik. Nach, mudah-mudahan penjelasan ringkas ini dapat menjadi pemikiran untuk kamu, ya!